Trevi Pro, Jurnal Klasik dari Hibrkraft Bersampul Kulit Asli

Dari sekian note book atau jurnal yang saya punya, baru kali ini saya merasa punya yang istimewa. “Trevi Pro”, Jurnal bersampul genuine leather dari Hibrkraft.

Agaknya tidak berlebihan ketika saya bilang ini istimewa, sampai-sampai dengan bangganya saya pamerkan ke teman saya seolah-olah baru mendapat harta karun. Hahaha… Pasalnya, ini buku jurnal pertama yang terkesan paling profesional. Paling niat saya punyai.

Flashback sedikit, selama ini saya suka punya jurnal atau notebook dengan tema yang lucu-lucu. Hingga kemudian saya merasa punya jurnal tapi hanya untuk lucu-lucuan doang. Jurnal-jurnal tersebut hampir tidak pernah ditulisi karena sepertinya saya beli cuma buat koleksi lucu aja. Lama-lama saya mikir, ini ngapain saya punya jurnal banyak-banyak tapi kosong semua. Dan pas saya coba nulis pun ngga dapet feel nya. Kliatan kan ya, tujuan awalnya beli buat apaan, hahaha…

Kebiasaan saya ketika membeli barang baru dari sebuah brand yang baru saya kenal, biasanya saya akan baca banyak-banyak tentang brand atau produknya. Tujuannya ya biar bisa buat pertimbangan bakal nerusin beli atau ngga, bakal nyesel atau ngga. Karena kemaren ini baru kenalan, jadi saya memilih jurnal dengan versi yang paling sederhana dulu. Eh, pas jurnal yang saya pesan itu sudah sampai di rumah, ternyata saya masih menyesal juga. Saya menyesal karena ternyata kualitasnya bener-bener bagus dan langsung kepikiran “kenapa tadi ngga beli yang versi lebih besar, atau yang versi ada talinya, atau bahkan ada yang sekalian bisa custom engrave nama.” Tapi ya sudahlah, mari kita bahas satu dulu, siapa tau lain waktu bisa beli lagi.

Dari Trevi Pro-nya Hibrkraft, saya melihat perspektif berbeda dari sebuah buku jurnal. Jurnal ini ngga aneh-aneh, ngga lucu-lucu, but yet beautiful and classy. Aku yang biasanya akan pilih warna-warna pastel, tiba-tiba bisa jatuh cinta sama earth tone. Jurnal lucu-lucu berwarna-warni kini terganti dengan jurnal simpel, bergaya klasik dengan cover dari kulit sapi asli. Kenapa selera saya bisa tiba-tiba berubah gini? Saya ceritain di bawah ini

Alasan Membeli Jurnal Hibrkraft

Seperti yang sudah saya sebutin di atas tadi, bahwa kesan pertama yang saya dapet dari jurnal Trevi ini ya serius, vintage, klasik, tapi berkelas. Sampul kulit sapi asli yang menurut bayangan awal saya lebih cocok bagi laki-laki. Tapi ketika saya liat koleksi jurnal Hibrkraft yang lain, mereka punya banyak kreasi di jurnalnya, seperti misalnya ada jurnal dengan beberapa aksen yang bisa jadi pemanis, sehingga ngga terlalu kliatan “cowo banget”. Hibrkraft sendiri sebenernya punya 2 macam jurnal berdasarkan sampulnya, ada yang kulit – seperti yang saya punya -, dan ada juga yang bersampul kain tenun.

Di bagian isinya Trevi Pro menggunakan kertas kraft halus berwarna coklat terang. Sebenarnya untuk kertas, Hibrkraft punya banyak pilihan, seperti kertas sketchpaper, kertas crema, kertas HVS import, kertas daur ulang, kertas usang (aged paper), atau bisa juga jika kalian ingin request dengan kertas Canson. Iya, kita bisa lho custom cover dan isinya sesuai dengan kebutuhan kita.

Hibrkraft mengambil gaya old-world binding, di mana pengrajin menggunakan tanggan an bantuan penggaris untuk merobek kertas-kertas itu secara manual. Teknik ini memang sudah old banget, karena sudah ada sejak 1500-an tahun yang lalu, dan sampai sekarang masih bisa kita liat di beberapa buku di museum. Jadi jangan kaget ya kalau misal kalian beli ini dan menemukan kenapa pinggiran kertasnya ngga rapi. They really mean it. Teknik binding pun mungkin akan sedikit “mengejutkan” karena terkesan ada gap-gap di antara bundle kertas. “Single thread longstitch binding” begitu sebutannya. Gap antara tumpukan kertas (signature) Hibrkraft adalah 1/8 inch. Sehingga kalau untuk jurnaling (scrap book, kliping, menyematkan foto, dll) struktur buku tidak rusak.

Tapi tidak semua dengan gaya itu ya, ada juga yang dipotong rapi dengan ujung dibuat curve, seperti seri Amabilis, Plain, atau Trevi Pro ini.

Buatku pribadi, alasan terkuat saya menyukai jurnal Hibrkraft, karena ini handmade!!

Saya sempat lihat video di websitenya tentang proses produksinya. Ketika para pengrajinnya benar-benar menyusun kertas, kemudian mengukur kulit, melubanginya, menjahit dengan tangan mereka sendiri. Ya, saya menyukai barang-barang handmade, dan bahkan saya pun dulu pernah punya brand handmade berbasis jahit. Buat saya, produk handmade selalu unik dan punya sentuhan masing-masing di tiap produknya. Ada cinta dan sepotong jiwa disana. Tsaaahh…

Pengalaman Menggunakan Jurnal Trevi Pro

Jurnal seri Trevi Pro yang saya punya ini berukuran A6 (11,5 x 14,8 cm). Ukuran ini saya rasa pas, compact, dan nyaman di pegang. Dari namanya, Trevi, saya merasa jurnal ini diperuntukkan untuk menulis jurnal perjalanan atau travelling. Tapi berhubung saya anak rumahan, dan selama pandemi juga tidak punya kesempatan untuk traveling, maka alih-alih menuliskan laporan perjalanan, saya menggunakannya untuk nulis suka-suka.

Satu hal yang saya sadari ketika saya punya jurnal premium macam ini adalah saya jadi niat ngisinya. tidak setiap hari, tapi setiap kali ngisi saya mengisinya dengan niat. Berhubung saya suka nulis dan gambar, maka jurnal ini pun merangkap fungsinya menjadi ‘kanvas’ untuk gambar-gambar iseng saya.

Sejauh ini saya sudah coba menulis dengan menggunakan brush pen dan cat air. Ternyata kertasnya lulus sensor. Tinta cat air tidak menembus dan juga tidak mbleber, melainkan menyerap sempurna tanpa tembus ke halaman selanjutnya.

Di lain waktu saya mencoba menggambar dengan pensil. Ternyata ini pun lulus uji ku. Kertasnya cukup empuk dan tidak licin. Ketika goresan pensil di hapus pun tidak meninggalkan bekas. Saya tentu senang sekali mendapati hal ini. Coba deh liat hasil gambar saya ini, siapa sangka bahwa di halaman yang sama saya sudah menggambar-hapus 2 kali, dan tidak ada jejak dari gambar sebelumnya.

Ketika saya iseng bermain scrapbook, sticker dan lem di kertas pun dapat menempel dengan sempurna. Yeayy!

Terdapat 2 cord elastis di sampulnya, 1 untuk mengunci, dan 1 lagi ternyata berguna untuk menyelipkan kertas isi ke sampulnya. Jadi memang ini bisa dilepas-pasang dan tentunya bisa ditambah juga halaman isinya. Jangan khawatir, hibrkraft menjual isi ulang lepasannya yang bisa kita beli di marketplacenya.

Karena seri Trevi Pro ini seri yang paling standar, maka tidak ada tambahan aksen apapun di bagian sampulnya kecuali 2 cord elastis tadi. Sampul kulit sapi cukup lentur dan lembut di bagian luar. Sementara sisi dalamnya tetap dibiarkan berteksture sesuai aslinya. Saya dapat membayangkan bila jurnal ini nantinya sudah dipakai bertahun-tahun, mungkin kulitnya akan lebih halus dan lebih lemes lagi, yang akan memperkuat kesan vintagenya.

Over all saya belum mendapati hal yang kurang dari jurnal Trevi Pro. Saya bisa menyelipkan di tas ketika bepergian, memegang dengan 1 tangan sementara tangan satunya asik menggambari kertasnya, dan tampilannya yang sederhana ternyata tidak menghilangkan kesan premium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *