Personal Branding for blogging

Membangun Personal Branding Lewat Tulisan

Sebagai ‘anak iklan’, dengar kata brand atau branding itu sudah seperti jadi makanan harian. Kalau biasanya ngomongin brand suatu produk atau jasa, kali ini yang mau saya ceritakan adalah personal branding. 

Sesuai dengan namanya, personal branding bisa kita artikan sebagai membentuk label yang akan melekat pada citra diri kita. Bahasa gampangnya ya pencitraan, tapi dalam konteks positif ya. Diri kita lah yang sedang akan ‘dijual’. Untuk itulah kita perlu tau apa yang bisa kita jual dan bagaimana kita membentuk persona diri agar orang lain notice sama kita, sama jualan kita.

Nah, hari kamis tanggal 16 februari lalu, saya berkesempatan untuk ikut webinarnya Mom Academy dengan materi pembahasan soal personal branding ini. Pematerinya seorang blogger, teh Ani Berta. Saya rasa nama Ani Berta sudah banyak dikenal oleh kalangan blogger. Itu artinya beliau sepertinya telah berhasil menciptakan branding atas dirinya. Saya sendiri saja yang baru ‘berinteraksi’ virtual 2x, sudah kebayang ketika seseorang menyebut nama Ani Berta. Seorang blogger, pembicara, dan founder komunitas blog, ISB.

Lalu seberapa penting sih Personal Branding?

Kalau kalian menyakan itu ke saya, ya jelas PENTING!

Kenapa penting? dan siapa aja yang bakal nganggep ini penting?

Begini, seneng ngga kalo ada temen lama yang masih inget sama gimana kita, walau sudah bertahun-tahun ngga ketemu? Atau misal ketika kita sedang butuh katering, dan seseorang langsung menyebut ‘oh ke bu ini aja’. Begitulah personal branding bekerja. Tentu sebenarnya setiap orang baik sengaja maupun tidak sengaja telah menciptakan personal brandingnya. Bedanya, orang yang dengan sengaja dan terencana menciptakan personal brandingnya, akan punya karakter yang lebih kuat dan impactful pada tujuannya.

Kenapa kita butuh Personal Branding?

Siapa aja yang butuh membangun personal branding? Hampir semua profesi butuh ini. Kita tau siapa Reza Rahadian, Dee Lestari, Tulus, atau Naela Ali. Mereka membangun branding mereka melalui layar kaca, kertas, dan kanvas. Tapi karena saya (ngakunya) seorang blogger, maka yang akan saya tulis ya tentang bagaimana membangun personal branding melalui blog.

Sebagai blogger, citra diri kita tercermin lewat tulisan. Tulisan kita di blog bisa bermuara ke banyak tempat. Awalnya kita menulis untuk melegakan hati. Lama kelamaan tulisan kita berkembang, tidak hanya curhat kosong melainkan juga tersisipi informasi. Seiring dengan berkembangnya diri melalui tulisan kita, para pembaca kita pun ikut berkembang. Dari pembaca yang sekedar ingin mendapat informasi, kemudian bisa sampai ke klien yang tertarik dengan gaya kita bercerita.

Bagaimana mengembangkan personal branding lewat blog?

Sebagaimana lazimnya ketika kita ingin membuat sesuatu, maka kita perlu bahan-bahannya dulu. Begitu juga untuk menciptakan dan mengembangkan citra diri. Saya punya gambaran singkat lewat infografis dibawah ini:

Infografik personal branding

Saya coba jabarkan dengan lebih detail ya, sehubungan dengan prakteknya di dunia blogging.

  • Identitas. Ini saya bahas pertama karena memang identitas kitalah yang akan dibranding. Nah bagi yang baru akan membuat blog, sebaiknya usahakan mengunakan nama yang sama dengan sosial media yang kita punya. Tujuannya ya agar orang (katakanlah calon klien) lebih mudah melihat personality kita. Makanya, jangan sampe nih kita pengen bikin blog yang isinya serius, eh sosmed kita alay, ini bisa menurunkan tingkat keyakinan klien pada kemampuan kita. Oiya, kalau bisa pakai foto asli ya. Apa kalian sedang melirik foto avatar saya di sidebar? Hahaha.. tenang saja, saya pun tetap menyematkan foto asli di bagian ‘portfolio
  • Biarkan karya dan persona diri kita saja yang menarik follower. Jangan beli follower demi agar dilirik klien, karena nantinya ini tentu tidak akan selaras dengan interest dan feedback yang kita ingin dapatkan.
  • Content is a King! Karena dia raja, maka perhatikanlah dengan seksama. Tulislah yang kita kuasai dan tata bahasanya. Jika pun belum begitu kita kuasai, pastikan tulisan kita valid datanya. Caranya kita bisa crosscheck ke beberapa situs yang terpercaya
  • Up to Date. Menulis berita yang up to date atau sedang trend tentu akan memberi kemungkinan lebih besar untuk dicari orang. Tapi jangan asal comot berita viral saja ya, usahakan apa yang kita tulis ada manfaatnya.
  • Pahami hak cipta. Nah ini rada harus teliti betul ya, misalnya ketika kita ingin menulis lirik lagu Iwan Fals di blog dan di novel karya kita, bisa jadi ini punya aturan hukum yang berbeda. Makanya usahakan tulisan yang kita post itu original karya kita, bukan hasil co-pas. Kalopun ada hal yang mengharuskan kita mencuplik tulisan asli, usahakan tulis pula sumbernya.
  • Be Your Self. Apapun kegiatan kita, termasuk blogging ini, akan sangat nyaman kita lakukan kalo kita jadi diri kita sendiri kan? Tulisan saya gayanya begini, seterusnya akan begini. Dan inilah yang kemudian membentuk personal branding kita, bukan?

Dan akhirnya…

Saatnya mempraktekan ilmu personal branding

Setelah sekitar 1,5 jam dengerin teh Ani Berta cerita, lanjutlah ke sesi tanya jawab. Saya juga untungnya kebagian slot bertanya tentang si saya yang kebanyakan branding beda-beda. Maunya dikenal sebagai ilustrator, desainer grafis, blogger, dan juga crafter. Tadinya setiap skill yang saya punya, saya pisah di akun-akun yang berbeda, tapi ternyata ya itu jadi seperti pecahan-pecahan yang kurang utuh. Akhirnya saya memutuskan untuk menggabungkan semuanya itu. Seperti di blog ini misalnya, saya sudah jadi blogger (dengan tulisan saya) dan juga ilustrator (dengan gambar yang saya layout sendiri). Next nya, sesuai saran Teh Ani, mungkin saya akan menambahkan beberapa kategori di blog saya ini untuk bisa merangkum ini dan itu menjadi 1 personal branding, as a elin wiji.

16 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *