Varian bedak cussons

Inovasi Moodscent Cussons Baby Powder, Memadukan Kekuatan Sentuhan Cinta Ibu dan Mood Positif Anak

Ini tahun kelima saya jadi working-at-home-mom. Sebenarnya di masa pandemi, jadi hampir ngga ada bedanya antara freelancer grafis macam saya dengan para pekerja kantoran yang juga jadi sering bekerja dari rumah. Perbedaan signifikan di masa pandemi ini bagi saya adalah di waktu kerjanya. Tadinya, pagi selalu gubrak-gubruk siapin anak2 sekolah, dan setelah itu saya akan fokus kerja sampe jam 12 siang. setelah acara jemput-jemput anak dan siapin makan siang, paling saya bisa lah curi-curi waktu dari jam 3-5 sore buat buka laptop. Ritme ini yang kemudain berubah ketika anak-anak sekolah dari rumah.

Kegiatan pagi akan sibuk dengan siapin anak-anak sarapan dan dampingi mereka sekolah via zoom. Iya, 2 anak saya yang masih kelas 1 SD masih harus ditunggui untuk bisa fokus. Kalau saya sambi-sambi ngerjai kerjaan domestik, hampir bisa dipastikan mereka akan tiduran, kabur dari depan laptop, atau malah asik sendiri dengan mainan-mainannya. KBM ini baru akan selesai sekitar jam setengah 12, dan saya baru bisa mulai kerja di sekitar jam 2 siang. Itu pun dengan catatan anak-anak ngga rewel minta ditemani tidur siang atau ditemani main.

Awalnya ini membuat saya cukup kelimpungan atur waktu. Kerjaan yang biasanya kelar 2 hari, sekarang bisa 3-7 hari baru kelar, tergantung waktu bisa buka laptop, tergantung idenya dateng, tergantung mood. Hadeeeh, jadi tampak ngga profesional.

Nah buat para WAHM yang ngalamin hal yang kaya saya ini, saya punya beberapa trik buat menyiasati problem-problem semacam ini, tentunya ini trik ala saya berdasar pengalaman pribadi ya.

Trik mengatur waktu dan mood kala working at home

  1. Booking list. Untuk para freelancer macam saya, kabarkan ke klien bahwa jika mereka akan membutuhkan jasa kita, minta tolong untuk booking kita jauh-jauh hari. Hal ini agar kita bisa prepare waktu sesuai urutan kerjaan yang masuk, dan memperkirakan kapan kerjaan-kerjaan itu selesai
  2. Pakai post it sebagai reminder. Mungkin ini udah umum dilakukan ya, tapi kalau buat saya, ada kelegaan tersendiri ketika kita melepas post it tanda kerjaan itu sudah selesai dilakukan. Dengan meletakkan post it, kita juga bisa ngukur keefektifan kerja kita. Misal kita liat masih banyak list yang belum kita kerjakan, janganlah kita terlalu sibuk di satu hal, kaya misal contoh di saya adalah kadang terlalu lama pilah pilih gambar yang akan kita pakai di layout.
  3. Tempat. Pilih tempat yang ngga gampang terdistraksi dengan macem-macem ya. Ngga di dekat TV, ngga di deket tempat main anak-anak (tapi usahakan masih bisa dengar kegiatan mereka jika sama sekali ngga ada yang mengawasi)
  4. Bikin perjanjian sama anak-anak. Bilang bahwa kita butuh waktu kerja 2 jam misalnya, minta waktu jangan di ganggu. Sebagai kompensasi, mereka boleh ajak kita main sebelumnya, atau mereka bisa minta sediakan camilan ketika kita fokus kerja. Ini kadang berhasil, kadang juga engga. Anak 3 main bareng kadang ada aja berantem, ngga sengaja kena sesuatu, atau hal-hal lain yang bikin mood dia ngga bisa diajak kooperatif.

Khusus untuk point yang terakhir ini, kadang bisa bikin saya gagal kerja seharian. Awalnya ngebenerin mood anak-anak yang otomatis bikin waktu molor lagi, tau-tau udah sore, dan aku udah ngga mood juga buat kerja. Jadi emang kunciannya ya di awal. Makin cepet ngebenerin mood anak-anak, makin cepet saya akan bisa kembali ke laptop.

Kalau saya, biasanya akan pisahkan dulu anak-anak yang berantem, saya wawancarai tuh satu-satu di kamar. Biarkan mereka cerita dengan versinya masing-masing. Di moment ini usahakan si anak ceritanya jangan sambil nangis. Bilang ke mereka, mau selesaikan dulu nangisnya? Biasanya si anak cewek nih yang paling suka nangis, dan ketika ditawari mau lanjut nangis, dia akan minta di peluk biar nangisnya reda, dan baru kemudian cerita.

Di saat cerita ini, biasanya saya akan sambil usap-usap badannya pake bedak bayi. Selain itu bisa bikin anak-anak rileks sekaligus meredakan rasa ‘sumuk’ alias gerah di badan. Saya kebetulan memang pengguna bedak bayi dari anak-anak lahir sampe sekarang anak pertama saya berumur 10 tahun.

Aroma minyak telon bercampur bedak bayi bikin mereka tambah segar sehabis mandi. Dan ketika mereka merasa gerah, mereka juga akan cari bedak buat ditabur di badan.

Hampir aneka merek bedak bayi sudah pernah saya coba, tapi beberapa tahun belakangan ini saya loyal di Cussons Baby Powder. Bukan tanpa alasan sih, awalnya  tergiur sama promo extra isinya, biasakan emak-emak suka sama bonus-bonus hahahah.. tapi ternyata keterusan karena anak-anak juga ternyata cocok dengan harumnya. Apalagi si anak perempuan saya yang sensitif banget sama bau-bauan. Dia selektif sekali dengan aroma, dan kebetulan Cussons baby powder ini cocok di dia.

Pas belanja bulanan beberapa waktu lalu, ternyata kemasan Cussons baby powder berganti ya. Dan di rak ada 3 varian aroma yang saya temukan, Vanilla untuk packaging warna biru, Berries dengan packaging warna ungu, dan Sakura yang berwarna pink. Tanpa pikir panjang saya ambil ketiganya.

Aroma Moodscent dari Cussons Baby Powder, Vanila, Berries, dan Sakura

Awalnya saya beli 3 dengan alasan sesimpel untuk masing-masing anak saya, tapi ternyataaaaa… setelah saya baca-baca lagi Cussons baby powder yang baru lebih dari sekedar varian. Cussons baby powder yang baru ini punya inovasi Moodscent. Apa itu Moodscent?

Moodscent ini merupakan inovasi baru yang dikembangkan oleh Cussons yang bekerja sama dengan para ahli perfumer di teknologi wewangiannya, dimana formulasi yang baru ini bukan hanya sekedar harum tapi juga secara klinis bisa memberi pengaruh positif pada emosi pemakainya. Jadi ketika kita menaburkan dan mengusapkan bedak ke badan anak-anak, mereka akan mendapat 2 manfaat sekaligus, manfaat bounding dari sentuhan ibu ke anak, dan juga aroma yang bisa berpengaruh pada emosinya.

Profesor Francis McGlone, Professor of Neuroscience, Liverpool JM University, UK, memaparkan temuannya tentang efek sentuhan pada bayi. “Sentuhan yang lembut tidak hanya dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi, tetapi juga membantu mendukung sistem kekebalan, mempengaruhi suasana hati, tingkat stress dan banyak manfaat yang lain.”

Dari ketiga aroma Cussons yang baru ini, masing-masing memberikan efek sensasi yang berbeda. Aroma Moodscent Sakura menghadirkan mood Love, yang memberikan perasaan tenang dan cinta dari ibu pada anak-anak. Aroma Moodscent Vanila memberikan perasaan Relax atau nyaman bagi anak. Dan Aroma Mixed berry menghadirkan Moodscent Joy, atau perasaan riang dan ceria.

Jadi yang tadinya saya beli 3 varian untuk masing-masing anak, sekarang saya menggunakannya sesuai mood yang ingin saya hadirkan. Misalnya saat selesai mandi pagi, saya suka memakaikan yang Mixed berry, karena saya ingin mereka memulai hari dengan ceria. Ketika siang yang panas, saya pakai yang Sakura. Biasanya ketika di usap-usap dengan taburan bedak Cussons, ngga lama kemudian anak-anak akan ketiduran. Dan malam hari sebelum mereka tidur malam, saya juga suka taburkan yang vanila untuk bikin mereka lebih calm dan tidur dengan nyaman.

Pengalaman ini membawa pengaruh yang positif tidak hanya di mood anak-anak, tapi juga mood saya. Ketika mereka bisa tidur siang dengan nyaman, saya juga bisa lebih fokus menyelesaikan pekerjaan saya. Dan saat malam mereka juga ngga bisa tidur lebih tenang sehingga pagi bisa bangun dengan lebih segar.

Ini sekelumit cerita dariku si ibu-ibu pekerja dari rumah. Ibu-ibu lain ada yang punya tips menarik lainnya?

 

39 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *