ilustrasi elin untuk earth hour
Knowledge

Apa Sih Earth Hour?

Semalem, aku dan anak-anak ikutan event tahunan Earth Hour. Pasti banyak yang sudah tau kegiatan ini. Tapi tulisanku kali ini mungkin diperuntukkan buat yang masih baru cari tahu apa itu Earth hour.

Kalo boleh aku bilang pake bahasaku, kegiatan earth hour ini semacam kita kasih me-time buat bumi kita. Dengan segitu banyak nikmat dan manfaat yang Tuhan kasih lewat ibu bumi, kayanya belom sebanding juga dengan pembalasan kita di event earth hour. Gimana engga, kegiatan ini cuma setahun sekali, mematikan lampu dan aneka peralatan listrik selama sejam. Iya hanya satu jam. Tapiiii… yuk kita liat apa sih dampaknya buat bumi kita dari kegiatan yang hanya sejam itu.

Nah sebelum jauh, aku mau cerita awalnya dl ya.

Jadi Earth Hour adalah sebuah kegiatan menjaga bumi dari laju perubahan iklim dengan secara simbolis mematikan lampu selama 1 jam, dari jam 20:30-21:30 waktu setempat, di tiap hari sabtu minggu terakhir di bulan Maret pada tiap tahunnya. Kegiatan ini diinisiasi oleh WWF. Awal mula terbentuknya di tahun 2007, di Sydney, Australia. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 190 negara yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Sampe sini udah pada manggut-manggut ya. Nah di tahun 2021, sabtu pada minggu terakhir di bulan Maret jatuh pada tanggal 27, which is itu semalem ya gaesss. Duh bahasaku mulai kebanyakan maen ke Jak-Sel nih 😀

Ini adalah kali ke 4 aku ikutan event ini. Mematikan semua lampu, tivi, ac, kipas angin, dan laptop. Tapi masih ada yang tetep nyolok listrik sih macem kulkas dan wifi :p.

Sejak kemarin, anak-anak udah aku sounding tentang hal ini. Kita menyiapkan lilin dan cemilan. Niat hati mau bikin semacam tenda di teras, buat killing time, kita mau maen boneka-boneka. Jadi masing2 dari kita akan mengisi suara para boneka yang lagi mengelilingi api unggun lilin. Tapi karena semalem gluduk-gluduk mau ujan, jadinya kita membatalkan rencana tersebut dan mereka malah jadi pengen tau earth hour itu apa? kita itu lagi ngapain kok ngga mati lampu tapi sengaja dimatiin dan malah nyalain lilin?

Nyala Lilin
anak-anak kulibatkan dalam kegiatan ini. semoga mereka mengingat sampai nanti

Setelah aku ceritakan pake bahasa yang mereka paham, gantian aku tanya pendapat mereka. Menurut si ade-ade, mereka pikir saat ini bumi lagi sakit karena corona, dan kita lagi bikin bumi ini istirahat sejenak biar cepet sembuh. Setelah satu jam dan lampu di nyalakan kembali, mereka bolak-balik make sure “Sekarang bumi-nya udah sembuh?”, “sekarang coronanya udah ngga ada di bumi lagi?”

Sementara buat si abang, karena dia udah kelas 4, udah mulai paham lebih banyak. Dia sudah tau tentang pemanasan global, perubahan iklim, dan akibat-akibat dari kerusakan yang terjadi di bumi. Aku bilang padanya bahwa ini adalah salah satu cara sederhana buat memperlambat krisis perubahan iklim. Kebetulan di sekolah juga sudah diajarkan soal polusi, efek dari perubahan iklim, dan apa yang akan terjadi kalo kita bodo amat dengan itu semua.

Ngga usah jauh-jauh dulu deh mikirinya. Matiin 1 lampu selama sejam emang ngga akan berasa berkurang di tagihan listrik kita. Tapi gimana kalo satu rumah mematikan hampir seluruh lampunya? Dan gimana kalo 10,100,1000, orang meakukan hal yang sama? Menurut data yang berhasil aku temukan, kegiatan earth hour 2018 aja, mematika lampu selama 1 jam itu aja bisa menghemat listrik sebesar 169.99 MegaWatt, atau kalo di uangkan sekitar 250-an juta rupiah lho. And you know what, itu baru hitungan di 1 ibu kota saja. Bayangkan 1 provinsi, 1 pulau, 1 negara. Ini 190 negara ikut lho.

Kegiatan sederhana tapi serentak semacam ini, bisa jadi tentara terkuat buat memerangi perubahan iklim. Karena yang kita lakukan bukan saja sedang melindungi bumi, tapi juga melindungi kehidupan dan masa depan anak cucu kita.

Ada yang ikutan kegiatan ini semalem? Yang belum, yuk mulai pasang reminder buat tahun depan.

 

See you around,

21 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *