©elinwiji | 2019
Lifestyle,  Tips and Trick

Langkah Bijak Mengelola THR Minim

Apa sih yang paling dinanti-nanti saat lebaran? Kumpul keluarga? Makan ketupat opor? atau THR? Hahahha.. jujur aja deh pilihan terakhir itu ngga rela banget kan kalo terlewat.

Saya semenjak ngga jadi orang kantoran lagi, udah ngga ada lagi tuh moment2 excited karena saldo menggendut menjelang lebaran. Jadi kalo pengen tetep punya THR menjelang lebaran ya ngumpulin jauh2 hari, disisihkan sendiri sampe menjelang lebaran baru dibuka dan pura-pura excited. Hahahhah..

Dapet THR itu memang hak karyawan, karena kebutuhan menjelang hari raya (biasanya sih hari raya idul fitri) naik harga. Atau memang konsumsi kita bertambah. Yang biasanya ngga bikin kue, musti beli bahan-bahan kue. Belum lagi masak besar kala lebaran, beli baju baru, ngecat rumah, dana silaturahim, dll.

Lantas siapa sih yang pertama kali punya ide menganggarkan THR bagi karyawan? Menurut keterangan dari berbagai sumber, THR awalnya diberikan kepada pegawai negri dan pamong praja, atau orang-orang yang diberi kewenangan mengatur pemerintahan di suatu lokal tertentu. Pemberian THR ini dimulai dari era kabinet Soekiman Wirjosandjoyo dari partai Masyumi, yang memang menjadi program kerja kabinet tersebut, yaitu meningkatkan kesejahteraan pegawai negri. Namun kemudian muncul kecemburuan sosial dari kaum buruh. Mereka melakukan demo buruh untuk menuntut persamaan hak yaitu menerima THR juga. Dari situ kemudain berlanjutlah tradisi pemberian THR sampe ke masa sekarang. Thank you Pak Soekiman!

Di masa sekarang pemberian THR dari pemerintah maupun perusahaan swasta menjadi kewajiban yang dinanti-nanti. THR tahun ini kabarnya akan cair di tanggal 24 Mei, wah siap-siap belanja ini kayanya ya. Etapi ada baiknya kita menganggarkan dulu keperluan kita sehingga nafsu belanja bisa terkontrol, karena kita hidup ngga cuma sampe lebaran doang kan ya. Apalagi Lebaran tahun ini berurutan dengan anak masuk sekolah, jadi bisa dipastikan akan ada penambahan biaya lagi bagi para orang tua yang sudah dan masih memiliki anak usia sekolah. Bagi kalian yang memiliki gaji pokok dengan jumlah yang cukup besar, tentu akan lebih mudah mengaturnya. Namun yang masih jadi karyawan baru atau gajinya amsih standar UMR gimana?

Langkah Bijak Mengelola THR Minim

  1. Sisihkan dulu dana untuk membayar Zakat, karena ini yang utama.
  2. Buat anggaran belanja lebaran dan tentukan limitnya. Usahakan anggaran ini tidak melebihi jumlah THR yang masuk ke kantongmu. Ada baiknya juga pisahkan THR dengan gaji sehingga kita punya rem apabila sekiranya THR kita sudah habis mencapai limit tertentu untuk belanja.
  3. Perhatikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di lebaran kali ini. Apakah akan ada rencana mudik, kemana dan butuh berapa biaya mudik. Yang di kampung juga bisa mereka-reka apakah akan kedatangan pemudik atau tamu dari jauh, sesuaikan dengan hidangan yang akan dibuat, jangan sampai berlebihan dan mubazir
  4. Pahami lagi soal kebutuhan dan keinginan. Apakah membeli barang baru memang diperlukan untuk lebaran kali ini, misal horden yang matching dengan cat rumah, baju lebaran, mukena baru, toples baru, dll. Jika barang yang lama masih layak dan pantas untuk dipakai kembali, maka ada baiknya kita tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli yang baru. Munculkan jiwa-jiwa kreatif kalian untuk mempercantik barang-barang lama itu dengan aksen tambahan seperti pita, kancing, mix and match, untuk membuat barang lama tampil baru. Dana belanja bisa kita alokasikan ke sedekah dan tabungan.
  5. Anggaran THR untuk anak kemenakan. Nah yang sudah kerja ini setelah dapat THR dari perusahaannya biasanya juga ditagih untuk membagikan THR untuk kemenakan atau anak-anak tetangga yang datang ke rumah. Karena ini termasuk dalam kategori berbagi, maka ngga ada salahnya untuk menganggarkan jumlah terbaik. Namun bila anak kemenakan kelewat banyak dan anggaran minim, maka bisa disiasati dengan cara memberi uang baru dengan beberapa lembar pecahan kecil misalnya 2000 atau 5000, anak-anak kecil sudah sangat senang mendapat uang baru yang masih lurus-lurus itu, tanpa peduli berapa jumlahnya.
  6. Jika masih memungkinkan ada sisa, atau ada anggaran belanja yang batal dilakukan, alokasikan uang tersebut untuk tabungan atau investasi.

Inget ya, masih ada kehidupan setelah lebaran, jangan sampai habis THR terbitlah Hutang. Sikapi rejeki dengan bijak, semoga lebaran jadi makin berkah.

4 Comments

    • Elin

      Masih mending mba kalo masih ada kemungkinan bakal keliatan. Yang disini burem hahahhaha… thax for comming mba lia, salam kenal

  • Roem Widianto

    Terimakasih informasinya, mbak. Sangat berguna sekali. Cuman kalo di saya yang paling susah amalin yang poin 5. Ponakan saya walaupun masih kecil-kecil gak mau dikasih THR 10.000, katanya zaman sekarang duit segitu gak cukup buat beli kuota.😂

    • Elin

      Adudududuuh… anak sekarang mah rela ngga beli baju lebaran demi kuota ini kayanya ya mba… Thank for visiting mba 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *