Lifestyle,  Tips and Trick

Ternyata Bahan Makanan yang Tersedia Di Dapur Bisa Menghilangkan Ketombe Lho.

Content ini dibuat masih dalam rangka meneruskan perjuangan tantangan 30 hari menulis blog yang diadakan oleh bloggerperempuan. Tema hari ke-7 ini ada 3, yaitu

  • Cara make up untuk wanita berhijab
  • Tutorial make up natural hijab
  • Cara menghilangkan ketombe

Hadeeeh.. kalo soal dunia make up me make up mah aku mundur teratur aja lah, tapi suatu hari tetap akan kucoba. Kali ini aku skip dulu kedua tema tentang make up itu karena dalam bayanganku, tema ini akan lebih mumpuni jika disertai sama penjelasan berupa gambar atau video. Ngga ada object yang bisa aku pake mukanya buat bikin video tutorial, dan aku belum cukup pede buat menampilkan mukaku sendiri. Jadi ya udahlah dadah babay aja.

“Kenapa sih kamu ngga pede lin?”

Pertama karena aku belom pernah nyoba jadi byuti blogger, dan merasa lebih akrab dengan kuas lukis ketimbang kuas muka. Kedua karena ngga pede aja dengan mukaku yang kuyu, kering, kurang tidur. Takut dituduh lagi banyak pikiran. wkwkwkkw…

Kulit muka yang kering ini memang wajar ya terjadi karena lagi bulan puasa. Asupan cairan di badan saat berpuasa emang akan jadi lebih berkurang dibanding hari biasa. Ngga cuma kulit muka aja yang jadi kering, biasanya bibir juga pecah-pecah, termasuk kulit kepala. Dompet ikutan kering ngga tu?

Ngga usah bahas dompet ya, sensitip soalnya, ngeri dibacok sama Kapitan Pattimura di uang 1000. Kita bahas masalah kulit kepala aja, masuk nih sama tema point ke-3, soal cara menghilangkan ketombe. Sebelom cari tau tentang cara menghilangkan ketombe, kita cari tau dulu penyebab ketombe. Nyambung sama soal kekeringan tadi, emang salah satu penyebab ketombe adalah kulit kepala yang kering. Itu baru salah satu penyebabnya, penyebab lainnya apa aja sih?

Dirangkum dari berbagai situs, berikut fakta-fakta tentang ketombe:

  1. Adanya mikroba di kulit kepala bernama Malassezia globosa yang mengonsumsi minyak alami. Minyak ini yang menyebabkan kulit kepala menjadi lembab dan memproduksi asam Oleat. Bagi beberapa orang yang sensitif terhadap asam oleat, maka kulit kepalanya akan mengalami iritasi yang biasanya berwarna merah, meradang dan gatal. Tubuh otomatis akan merespon hal ini dengan meluruhkan sel-sel kulit kepala lebih cepat dari biasanya, yang bertujuan untuk meluruhkan iritasi tersebut. Nah peluruhan kulit ini yang kemudian menyebabkan ketombe
  2. Ketombe terjadi ketika pengelupasan kulit kepala tidak maksimal, sehingga sel-sel kulit mati menumpuk di kepala dan menyebabkan rasa gatal.
  3. Frekuensi keramas juga menjadi faktor penyebabnya ketombe. Logikanya aja nih, kalau kita rajin keramas maka produksi minyak dikulit kepala akan terkendali.
  4. Kurangnya minum ar putih dan juga Cuaca panas juga kompakan sebagai penyebab ketombe karena kulit kepala yang kering.
  5. Stress. Nah tuh kesebut juga kan kalau ternyata stress bisa bikin ketombean. Karena apa? Karena ketika stress tubuh mubuat syaraf simpatis leboh aktif dan terjadi perubahan pada hormon. Respon tubuh yang demikian bisa menyebabkan produksi kulit kepala meningkat.
  6. Penggunaan kosmetik rambut yang kurang cocok juga bisa menimbulkan iritasi dan gatal
  7. Pola Diet ternyata juga bisa mempengaruhi timbulnya ketombe. Karena kita diet, seseorang akan kehilangan beberapa nutrisi dan vitamin yang biasanya juga turut mempengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala.

Nah setelah tau penyebab-penyebabnya, berarti kita bisa dong ya mencegah timbulnya ketombe. Misalnya dengan cara konsumsi lebih banyak air putih, memilih kosmetik rambut yang tepat, atau sering keramas.

Lalu bagaimana kalau sudah terlanjur berketombe?

Bagi yang sudah terlanjur berketombe saya punya info tentang menghilangkan ketombe dengan memakai zat kimia maupun alami. Cekidot ya…

Yang paling mudah didapat adalah memilih shampoo yang mengandung bahan seperti Zinc Pyrithione yang pertimbangkan oleh para ahli dapat menghilangkan ketombe. Tapi, ada catatan tambahan nih, kalau diatas kan tertulis jarang kramas bisa menyebabkan produksi minyak alami di kulit kepala meningkat, begitu juga sebaliknya, terlalu rajin kramas membuat sel-sel kulit ‘tidak sempat’ memproduksi minyak alaminya tersebut, sehingga bisa jadi kering juga kulit kepala. Jadi keramasnya yang syedang-syedang saajaa ya. Kalau saya pribadi keramas 2-3 hari sekali.

Ada juga yang menggunakan Aspirin. Iya obat pengurang rasa nyeri ini ternyata mempunyai kandungan asam salisilat yang umumnya juga terdapat di shampoo anti ketombe. Hancurkan 2 butir aspirin sampai menjadi bubuk halus, lalu campurkan dengan shampoo yang digunakan untuk keramas.

Baking Soda juga ternyata memiliki aneka macam fungsi selain menjadi bahan tambahan dalam resep kue. Basahi rambut dan taburkan segenggam baking soda ke kulit kepala kemudian bilas hanya dengan air, tanpa shampoo. Baking soda akan menghambat pertumbuhan jamur di kulit ke[ala, namun penggunaannya jangan terlalu sering ya karena dapat menyebabkan rambut kering.

Hampir mirip dengan baking soda, obat kumur yang mengandung alkohol juga dapat membantu mengobati masalah ketombe yang sudah parah. Cukup keramas seperti biasa dan bilas dengan menggunakan larutan obat kumur.

Lalu ada juga yang menyarankan menggunakan cuka. Caranya cukup mudah yaitu hanya dengan mengoleskan 1 sdt cuka ke kulit kepala, diamkan beberapa saat lalu bilas. Untuk hasil yang maksimal, dapat digunakan 2x dalam seminggu.

Selain itu, aku juga pernah ditawari sejenis serum yang diklaim (oleh orang salon yang sedang mempromosikan barang dagangannya) dapat membantu mengurangi ketombe. Serum atau tonik semacam ini banyak dijual bebas dipasaran, bijak-bijak memilih kosmetik yang tepat ya.

Bagi yang lebih pilih pakai cara alami, berikut ada beberapa bahan yang alam yang bisa digunakan, diantaranya :

©elin.wiji 2019
  1. Lidah buaya. Penggunaannya dengan cara mengambil daging buahnya lalu dioleskan secara merata ke permukaan kulit kepala. Pijat lembut lalu diamkan sekitar 30 menit lalu bilas hingga bersih.
  2. Daun Sirsak. Cuci bersih beberapa lembar daun sirsak lalu tumbuk. Beri sedikit air dan gunakan untuk masker rambut. Pijat lembut dan diamkan sekitar 30 menit, kemudian dibilas dengan ar bersih
  3. Lemon dan Jeruk nipis. Campurkan 2 sendok makan air perasan lemon atau jeruk nipis dengan sedikit air. Gunakan untuk memijat kulit kepala. Bilas hingga bersih
  4. Minyak kemiri/ minyak zaitun/ minyak almond. Oleskan salah satu dari minyak tersebut ke kulit kepala. Pijat lembut dan diamkan sekitar 30 menit, atau bisa juga didiamkan semalaman dengan menggunakan shower cap. Lalu keramas seperti biasa saat kamu terbangun di pagi harinya.
  5. Bawang Merah dan Bawang Putih. Haluskan bawang merah atau bawang putih, lalu gunakan sebagai olesan di kulit kepala sambil di pijat. Bilas hingga bersih
  6. Garam. Haluskan garam dan gosokkan pada kulit kepala dengan hati-hati. Diamkan sebentar kemudian bilas dengan air bersih.

Wuiiiihh.. banyak ya caranya. Saya lebih suka yang pakai lemon atau jeruk nipis, karena baunya paling bersahabat dan tidak perlu repot dengan minyak berlebih. Kalau kalian lebih suka pakai yang mana?

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *