Resep Makanan

Cilok Kuah Nan “Kemepyar”

Saya adalah penggemar olahan makanan yang terbuat dari aci atau tepung tapioka. Sebut saja tahu aci, ci-bersaudara yang banyak itu, ada cireng, cimol, cilor, cilung, ci-ci-ci yang lain, sampai cilok. Penamaan makanan Ci-bersaudara ini diambil dari bagaimana olahan aci itu disajikan, seperti misalnya Cireng karena Aci-nya digoreng, biasanya berbentuk melebar. Cilung, karena acinya dicairkan kemudian dituang ke minyak panas sambil digulung ketusuk sate. Dan si cilok ini ya karena Aci-nya dibentuk bulat seperti bakso dan dicolok (dengan tusuk sate). Tebak ya bagaimana dengan cilor, cipuk, dan cibay :p

Nah dari banyaknya makanan olahan dari aci, saya paling suka sama cilok. Hampir tiap Kang cilok yang keliatan di mata dan penampakan jualannya cukup meyakinkan dan bersih, aku beli. Temen sekolah jualan cilok juga aku beli. Ada Kang cilok yang aku idam-idamkan bisa memakannya, Cilok Gajahan di Jogja. Konon kata teman-teman di jogja, cilok ini enak banget dan yang mau beli sampe ngantri pake nomer antrian. Ini mau beli cilok apa priksa kandungan?

Street food macam cilok ini, selain murah dan mudah bikinnya, ternyata menyimpan fakta lain, diantaranya adalah :

  • Cilok (dan saudara-saudaranya) berasal dari tanah Sunda
  • Tepung tapioka sebagai bahan baku cilok mengandung zat besi, selenium, kalsium, asam folat, serat, tembaga, dan vitamin B6, yang di klaim baik untuk tulang, mencegah anemia, memenuhi kebutuhan protein harian, menurunkan stress serta tekanan pada pembuluh dara, dan dapat melancarkan pencernaan. Hmm… Padahal selama ini suka mikir kalau kebanyakan makan aci malah susah BAB
  • Cilok bisa diisi dengan macam-macam isian, seperti daging sapi, daging ayam, abon, telur rebus, dll
  • Bumbu cilok juga ada yang berbentuk seperti saus sambal atau sambal kacang
  • Jangan makan banyak-banyak, nanti bisa kenyang 😀

Dulu jaman SD, cilok hanya sekedar di rebus, dicolok, dicelup sambel. Tapi kini cilok berinovasi dengan disiram kuah seperti bakso. Puasa-puasa gini kayanya Kang cilok ngga bakalan ngider. Kuy lah bikin sendiri mumpung masih ada tetelan sapi yang kemarin separuhnya dibuat jadi soto banyumas, bikin kuahnya makin seger.

©elin.wiji 2019
©elin.wiji 2019

Sebenernya ini resep gampang dan bahan-bahannya hampir selalu ada di rumah. Paling lamanya dibagian bulet-buletin adonam cilok. Cilok yang sudah di rebus bisa disimpan di kulkas dalam wadah tertutup, atau kalau temanku dulu yang jualan cilok, cilok matang itu digulingkan ke tepung tapioka kering sebelum dipack dan dikirim ke alamat pemesan. Jadi kalau punya simpenan cilok di kulkas, cocoklah buat kenyang-kenyang perut kalo lapar di jam malam atau saat kepala sakit karena liat kerjaan rumah ngga kelar-kelar (yhaaa dia curhat). Menikmati cilok kuah pedes, panas, bikin kemringet dan “kemepyar”.

Kemepyar : sensasi rasa ringan dan tercerahkan. Seperti sensasi ketika menikmati kopi hangant nikmat saat kita terasa penat dan mengantuk. Seperti ada balon air yang pecah -mak pyar- dan mengguyur jiwa raga dan pikiran dengan ide dan semangat baru. (Terjemahan bebas dariku ya)

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *