Ramadhan

Menikmati Buka Puasa Di “Planet Bekasi”

Ini adalah Ramadhan ke 4 saya di Bekasi. Banyak meme yang beredar di dunia maya yang menggambarkan betapa jauhnya Bekasi, sampai-sampai diselorohkan jika warga seputar Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor yang hendak ke Bekasi harus urus paspor dulu, saking jauhnya, saking lamanya sampai. Begitu juga sebaliknya warga Bekasi, rasanya harus menyiapkan mental, menata hati, pikiran, dan uang dulu kalau hendak menghadiri acara di seputar Jakarta dan daerah suburban yang mengelilinginya. Ngga cuma jauhnya, tapi juga mikirin macetnya. Kalau udah gini rasa-rasanya pengen cloning Jet Pribadi anaknya Sandra Dewi. Sekalian cloning isi atm bapaknya juga boleh.

Sebenernya ya ngga se-lebay itu juga sih ya. Ini pendapat saya pribadi atau karena emang kebetulan saya tinggal di Harapan Indah, daerah pinggiran Bekasi yang berbatasan langsung dengan Jakarta Timur, jadi rasanya ya aman-aman aja kalau mau ke nge-mall ke AEON Jakarta Garden City misalnya. Harapan Indah ini sudah jadi kota tersendiri dimana semuanya sudah disediakan di dalamnya. Fasilitas standar sampai hotel dan apartemen juga ada. Paling Mall besar aja yang belum ada, area perbelanjaan sejauh ini (2019) masih diisi oleh Carefour, Giant, Gramedia, dan Living Plaza (Ace dan Informa) plus Mitra10.

Jalan masuk gerbang utama Harapan Indah lumayan besar dan bisa dikatakan jarang macet, kecuali di jam-jam berangkat dan pulang kantor atau pas ada acara dan malem minggu. Dari jalan utama itu kemudian bercabang yang mengarah ke area perbelanjaan dan kuliner dan yang mengarah ke perumahan. Jalan menuju ke perumahan ini melewati area Bulevard Hijau, nah disinilah kita bisa menemukan berbagai macam makanan, dari warung artis sampe jajanan kaki lima.

Boulevard Hijau Harapan Indah akan makin bertambah ramai saat bulan Ramadhan tiba. Para pedagang takjil dadakan berderet-deret di sepanjang sisi jalan yang memang cukup luas sehingga tidak menggangu arus lalu lintas. Kolak, es buah, jus, segala gorengan ada semua disana.

Berderet dengan aneka kuliner disitu, berdiri masjid besar, Al Furqon. Masjid ini punya pelataran parkir yang luas, juga area pelataran yang cukup lebar dari samping hingga belakang masjid. Area pelataran ini yang biasanya dipakai untuk tempat berbuka puasa. Saya pernah sekali ikut berbuka puasa di masjid ini, kurma, kolak, makanan ringan dalam julah banyak, dibagikan secara gratis.

Sumber : http://ernawatiprofilemasjidal-furqon.blogspot.com/2017/10/masjid-jami.html

Hari ini saya cuma membeli es jagung hawai. Sudah lama penasaran dengan es ini akhirnya kesampaian juga, dan ternyata enak. Tadinya niat hati cuma mau nyicip dulu, kalo enak baru saya foto untuk saya tulis disini. Kalo rasanya so-so, lupakanlah. Tapi ternyata pas nyicip malah kebablasan sampe hampir abis, dan baru inget kalo ini mau di foto dulu tadinya.

Es jagung ini sepertinya dibuat dengan cara merebus jagung lalu sebagian di blender, dan sebagian lagi disisir, jadi ada rasa kletis-kletis bulir jangung utuh. Campurannya seperti ada rasa maizena. Disajikan dengan potongan agar-agar, air gula, dan susu kental manis putih. Kalo menurut saya ini rasanya campuran seperti bubur jagung dengan es dung-dung. Enak dan kenyang.

So, buat kalian yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, main-mainlah ke Bekasi kala ramadhan, siapa tau sampe sini udah langsung buka ha..ha..ha..

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *